Saya akan bercerita atau menyampaikan sebuah ide gila yang saya miliki.
Saya ingin menciptakan motor atau kendaraan yang berbahan bakar air, meskipun tidak sepenuhnya menggunakan air atau masih memerlukan sedikit campuran bensin/solar. Itu karena kita tahu sendiri bahwa hampir setiap rumah didaerah tertentu memiliki paling tidak atau minimal dua motor. Itu memungkinkan penggunaan bbm lebih banyak atau meningkat di daerah-daerah tersebut. Dengan penemuan motor berbahan bakar air mungkin akan menjadi solusi akan kelangkaan dan kenaikan harga bbm.
Rumus kimia air adalah H2O yaitu bahwa air terdiri atas HIDROGEN & OKSIGEN.
Hidrogen sangat mudah terbakar & oksigen diperlukan dalam proses pembakaran.
Unsur dasar tersebut yang nantinya dijadikan campuran bahan bakar bensin/solar,
untuk menggerakkan motor/mesin, sehingga pemakaian BBM menjadi lebih hemat dan lebih efektif.
Langkah-langkah atau cara kerjanya adalah:
1. Melakukan pencampuran bensin dan air dengan perbandingan 1:4 .
2. Tuangkan ke tangki, sebaiknya tangki terbuat dari bahan fiber atau stainless steel.
3. Hidupkan mesin.
4. Setelah mesin hidup menghasilkan, gas buang hasil pembakaran yang berupa
polutan CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida). Lalu polutan itu bereaksi dengan air
(H2O) di dalam reaktor dan menghasilkan gas CH4 atau metane.Metane punya
sifat seperti uap bensin.
5. Gas buang ramah linkungan pun keluar, dan siap digunakan.
Untuk biaya mugkin tidak terlalu mahal, hanya perlu mengeluarkan daan untuk penggantian bahan tangki agar tidak mudah berkarat.
Harapan saya, ini dapat berguna bagi orang banyak untuk mengatasi kenaikan harga dan kelangkaan bbm yang akhir-akhir ini terjadi.
Sekian dan terima kasih.
Sabtu, 13 September 2014
Kamis, 11 September 2014
Bahan Bakar Dari Limbah Air Buangan
Di Selandia Baru, ganggang dan limbah air buangan dijadikan bahan bakar. Lembaga Penelitian Padi IRRI membantu mencari solusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
Seorang pengusaha dan inovator Selandia Baru, Nick Gerritsen, membersihkan tempat penampungan air, sekaligus memanfaatkan limbah air kotor untuk memproduksi bahan bakar.
Sisa ganggang yang telah dipakai untuk mengurai bahan organik dan membersihkan air, dimanfaatkan untuk membuat minyak. Dengan metode ini maka sarana pembersihan air praktis menjadi tempat produksi minyak juga. Hasilnya, mirip dengan karakter bahan bakar minyak biasa. Bayangkan, air bersih dan minyak dihasilkan dari kotoran.
Pangan dan Perubahan Iklim
Makan tanpa nasi belum dianggap makan, begitulah di Asia. Di benua ini, nyaris separuh penduduknya sehari-hari makan nasi . Setiap tahun jutaan konsumen baru bermunculan. Ironisnya, penanaman padi sendiri ikut mendorong perubahan iklim. Fenomena ini diteliti oleh pakar biologi Jerman, dari institut penelitian padi IRRI, Reiner Wassman. Sawah yang harus selalu diairi, memunculkan sebuah proses yang memproduksi gas methan dalam jumlah besar.
Di Filipina, IRRI membantu mencari solusi masalah tersebut dengan mengembangkan padi ramah lingkungan yang hemat air, lewat pengeringan lahan secara berkala. Metode ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu IRRI mengawinkan bibit-bibit padi di bank pembibitan. Hasilnya adalah jenis bibit yang dapat tumbuh di tengah musim kering, banjir ataupun tanah yang mengandung garam.(sumber : DW.DE)
SUMBER:
https://yefrichan.wordpress.com/2014/08/06/bahan-bakar-dari-limbah-air-buangan-2/
Langganan:
Postingan (Atom)